" target=" blank">

 
Showing posts with label Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Pertanian. Show all posts

Thursday, January 12, 2012

Petani Cabe Mulai Beralih ke Tembakau

0 comments
MERATAPMU | Blangkejeren – Petani cabe merah di Kabupaten Gayo Lues mulai mengalihkan tanamanya ke tembakau. Pasalnya, musim hujan seperti selama ini membuat tanaman cabe merah sering terkena penyakit pucuk keriting dan busuk buah.

Ali petani cabe yang kini mulai menanam tembakau, Jumat (6/1) mengatakan, menanam tembakau lebih mudah dibandingkan dengan menanam cabe merah, karena tanaman tembakau di Gayo Lues tidak perlu dipupuk ataupun disemprot secara rutin.

“Kalau menanam cabe sangat besar modalnya. Merawatnya juga sangat repot, harus dikasih pupuk cor, disemprot rutin setiap minggu, dan hasilnya belum tentu memuaskan akibat diserang hama keriting dan busuk buah,” jelasnya. Sumber : Harian Aceh

menurut Ali, saat ini harga tembakau di Kabupaten Gayo Lues mulai naik, setiap satu kilogram tembakau yang bagus dijualnya Rp60 ribu, sedangkan harga tembakau kretek mulai dari Rp30 ribu hingga Rp 40 ribu perkilonya.
Read more...

Thursday, December 22, 2011

Buah Nenas Mini Nusa Tenggara

0 comments
MERATAPMU | Ukurannya memang mini dibandingkan jenis subang atau palembang. Bobotnya rata-rata 250—350 g, paling besar 400 g per buah. Nanas subang mencapai 2—3 kg per buah. Namun rasanya, ehm...manis sekali. Saking tingginya kadar gula, air nanas lengket di tangan. Nama madu yang disematkan pada Ananas comosus dari Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, itu memang pantas disandang. Penampilannya pun menarik dengan bentuk silindris, kompak dari pangkal ke ujung buah. Kulit berwarna kuning keoranyean cerah dihiasi mahkota hijau nan segar. Mata di sekujur kulit berbaris rapi dan ke dalam. Saat dibelah terlihat daging buah kuning terang. Kadar air sedang sehingga meski sudah dibuka cukup lama, nanas tidak banjir. Aroma harum menggiurkan tercium kuat.

Adalah H Mustajab yang pertama kali memboyong dari Blitar, awal 1980-an. Mula-mula ia sekadar menanam untuk iseng-iseng. Ternyata nanas tumbuh bagus dan kualitas tidak berubah. Insting bisnis mantan pedagang buah itu berjalan. Si madu pun ditanam secara komersial. Dengan cepat nanas mini itu jadi primadona mengalahkan jenis lokal yang rasanya asam manis. Pekebun di sekitar kediaman Mustajab pun berbondong-bondong menanam. Apalagi pemasaran si madu nyaris tanpa kendala, mereka tinggal menyetor kepada pria asal Malang, Jawa Timur itu.

Tak melulu dijual segar, nanas madu diolah menjadi keripik. Buah dikupas, lantas tulang di bagian tengah dibuang. Setelah dipotong tipis, nanas dikeringkan dalam vacuum fryer. Rasa keripik tak kalah enak dengan buah segar: manis sedikit asam. Yang ini cocok buat oleh-oleh ke tempat jauh.Sumber : Trubus
Read more...

Khasiat Antikolesterol Bawang Putih

0 comments
MERATAOMU | Bawang putih tak sekadar penambah aroma masakan untuk membangkitkan selera. Keberadaannya dimanfaatkan sebagai panasea berbagai penyakit sejak berabad-abad silam. Sebuah papyrus di Mesir bertarikh 1500 SM ditemukan berisi 22 khasiat Allium sativum untuk mengobati penyakit. Raja Tutankhamun dari Mesir memanfaatkannya untuk stamina dan mencegah penyakit. Di Romawi dan Yunani umbi bawang digunakan sebagai obat lepra dan asma. Sedangkan orang Lebanon memanfaatkannya untuk diet. Pada 1858, Louis Pasteur ahli mikrobiologi menggunakan kerabat lili itu sebagai desinfektan pembersih luka terbuka serta mencegah gangren.

Hasil penelitian menunjukkan herbal berbahan bawang putih menurunkan 11% kolesterol, 10% LDL, 34% trigliserida, dan tanpa efek apa pun terhadap nilai HDL. Sedangkan plasebo hanya berefek menurunkan LDL dan trigliserida pada 10 pasien. Hal itu sejalan dengan penelitian Dr Yongxiang Zhang dari University of Tokyo, Jepang. Hasil penelitiannya, bawang putih membantu menurunkan kadar kolesterol karena memiliki ajoene, zat antikolesterol untuk mencegah penggumpalan darah. 

Dr Yu-Yan Yeh, ahli nutrisi Penn State University, Kalifornia menyebutkan tiga grup sulfur pada senyawa bawang putih menghambat 40—60% produksi kolesterol hati tikus yaitu S-allyl cysteine, S-ethyl-cysteine dan S-propyl cysteine. Penelitian itu dilanjutkan Yeh pada manusia. Hasilnya, 34 pasien hiperkolesterol menunjukkan penurunan 7% kolesterol darah dan 12% LDL setelah mengkonsumsi kapsul berbahan bawang putih selama 5 bulan. Sumber : Trubus
Read more...

Pembibitkan Kentang Atlantik Industri

0 comments
MERATAPMU | Kentang atlantik adalah jenis unggul yang digunakan industri makanan kemasan, terutama keripik kentang. Penanaman untuk pembibitannya berbeda dengan keperluan konsumsi. Secara umum, kentang memerlukan tanah liat yang gembur, tanah lempung, maupun tanah berpasir dengan pH 5-6,5. Iklim yang cocok biasanya di ketinggian minimum 1.000 m dpl dengan suhu rata-rata 15-20oC dan lama penyinaran 12 jam atau lebih serta curah hujan tahunan 1.500-5.000 mm.

Sebelum ditanam,lahan diolah dan digemburkan hingga kedalaman 30 cm. Gulma dan tanaman inang organisme pengganggu dibersihkan. Setelah itu, dibuat garitan dengan lebar 70—80 cm, kedalaman 15 cm pada musim hujan, dan 20 cm pada kemarau. Arah garitan diatur sesuai kontur agar drainase lancar. Selanjutnya, lahan diberi 15—20 ton pupuk organik per hektar, 100 kg nitrogen, 250 kg fosfor, dan 150 kg kalium. Esok harinya baru ditanami.

Untuk memproduksi benih, jarak tanam lebih rapat dibanding kentang konsumsi. Tujuannya agar umbi yang dihasilkan tidak terlalu besar. Saat tanaman berumur 15—20 hari setelah tanam, dipupuk 1 ton guano—kotoran kelelawar—100 kg Urea, dan 100 kg KNO3 per hektar. Bersamaan dengan itu, lakukan pembumbunan. Sepuluh hari berselang pembumbunan diulang. Ketika daun mulai menguning, pangkas batang untuk mencegah penularan virus oleh aphids (yang menyukai warna kuning) dan memperkuat kulit umbi. Pada 95—105 hari setelah tanam, kentang siap panen, lantas sortir berdasarkan bobot umbi. sumber : Trubus
Read more...

Racikan Herbal Pemulih Stamina

0 comments
MERATAPMU | Memulihkan stamina tak mesti menggunakan produk mahal dari pabrikan ternama. Bahan-bahan herbal pun bisa berefek sama, asalkan diracik dengan benar. Meracik herbal sebaiknya menggunakan bahan non logam agar tidak menimbulkan efek samping.

Bahan
- 1 genggam akar lempuyang
- 1 buah rimpang kencur sebesar telur ayam
- 1 buah rimpang jahe sebesar telur ayam
- 2 buah cabai lempuyang

Cara membuat:
Semua bahan dicuci bersih, ditumbuk atau diparut, lalu diberi 1/2 gelas air. Peras dan endapkan selama 1 jam. Ambil bagian bening, beri madu atau gula, air jeruk nipis, dan garam secukupnya. Diminum malam hari menjelang tidur. sumber : Trubus
Read more...

Wednesday, December 14, 2011

Memaknai Pertanian Organik dari Perenpuan

0 comments
MERATAPMU | Berbagai cara digunakan orang atau organisasi untuk mengkampanyekan pertanian organik. Lebih ramah lingkungan, tidak butuh biaya besar karena bisa dibuat sendiri, menghasilkan makanan sehat, dan harga jualnya lebih baik daripada produk pertanian konvensional kini menjadi kalimat untuk menarik minat bertani organik. Bahkan Pemerintah pun mengeluarkan program “GO Organic 2010” dengan target Indonesia mengekspor produk organik pada 2010.

Perusahaan agribisnis yang dulunya memproduksi pupuk dan pestisida kimia, jeli menangkap peluang ini sehingga mulai berlomba memproduksi pupuk dan pestisida organik. Mereka memanfaatkan karakter petani yang sejak jaman pertanian modern telah diarahkan kepada input yang serba instan (benih, pupuk, dan pestisida tinggal pakai). Sehingga proses penyadaran yang tidak utuh akan menggiring petani lebih memilih paket organik instan ketimbang membuat sendiri pupuk dan pestisida dengan alasan efektif dan efisien. Jika hal ini dibiarkan, petani akan selalu tergantung pada produksi buatan pabrik yang bahan baku, kualitas, dan harganya ditentukan oleh penguasa. Petani tidak akan pernah bisa mandiri dan berdaulat sebagai produsen pangan.

Mengembalikan peran perempuan dalam proses produksi juga merupakan pendekatan yang harus terintegrasi dalam pertanian organik. Sebelum masa pertanian modern,  perempuan menguasai sekitar 60% proses produksi mulai dari seleksi benih hingga panen. Kaum perempuan khususnya keluarga miskin menghidupi keluarga dengan memperoleh pekerjaan selama panen, sehingga menyumbang kepada pemasukan rumah tangga secara berarti. Pertanian modern (revolusi hijau) menggusur perempuan dari peran mereka di sawah, sementara anggapan bahwa laki-laki adalah pemimpin rumah tangga mengakibatkan banyak informasi tentang program ini tidak menyentuh kaum perempuan. Belum lagi tipe padi dan teknologi yang digunakan secara sistematik mengabaikan perempuan, input produksi juga menyimpan residu kimia dalam tubuh perempuan. Sehingga perempuan dipaksa meninggalkan pertanian, namun untuk memenuhi tanggungjawabnya sebagai tiang pangan keluarga mereka menjadi tenaga kerja di luar negeri seperti pekerja seks, pekerja rumah tangga, buruh pabrik, dan lain-lain yang rentan dengan pelecahan dan diskriminasi.

Menghidupkan kembali kearifan lokal seperti ritual tanam, kalender musim/ pronoto mongso, kecocokan tanaman dengan karakteristik petani dan kondisi topografi/geografi setiap daerah seharusnya tidak dilupakan pertanian organik. Kearifan lokal dengan berbagai ragam pengetahuan manusia dihapus oleh pertanian modern, menjadi hanya satu pola bentuk pertanian. Bibit lokal, kearifan pengetahuan pertanian lokal dicap “primitif” oleh penggiat pertanian modern. Julukan primitif ini diikuti promosi besar-besaran jenis padi hibrida unggul, tahan terhadap segala jenis penyakit dan hama, produksi lebih tinggi, dan waktu panen yang cepat.

Praktik pertanian organik seharusnya membawa perubahan mendasar dalam kehidupan sosial yang dulu pernah ada dan hidup di komunitas pedesaan. Dulu, hubungan antara pemilik tanah dan penggarap tidak hanya didasarkan pada ikatan ekonomis saja, tetapi mereka juga menjalin hubungan yang mengandung ikatan solidaritas sosial. Contohnya, bila salah seorang keluarga petani ditimpa musibah atau gagal panen, maka beban ini ditanggung oleh anggota komunitas yang lain, termasuk oleh pemilik tanah. Solidaritas masyarakat desa ini pulalah yang mencegah dan menyelamatkan keluarga-keluarga petani miskin dari bencana kelaparan yang disebabkan oleh kerawanan ekologis. Apabila pendekatan pertanian organik tidak holistik, maka pertanian organik tidak ubahnya seperti revolusi hijau. Sumber : Bina Desa
Read more...
 
News PERGAULAN. COM © 2011 Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net Counter Powered by  Counter4me.com
seo keywords